Beranda PILPRES Diskusi Publik Yang Digelar Ditintelkam Polda Jambi bersama Kopipede Diapresiasi Peserta

Diskusi Publik Yang Digelar Ditintelkam Polda Jambi bersama Kopipede Diapresiasi Peserta

17
BERBAGI

JAMBI I Kabardaerah.com — Kasubdit Politik Ditintelkam Polda Jambi AKBP Bagus sangat berharap Pemilu 2019 berjalan damai, aman dan sejuk sebagai mana yang diharapkan masyarakat.

Demikian yang dikatakannya saat menutup diskusi publik bersama perwakilan partai Pemilu 2019 dan media disalah satu hotel di bilangan Pasar, Kota Jambi, Jumat (23/11/2018).

Selain itu, dia juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang hadir. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan bisa ikatan silaturahmi ini terus berlanjut,” harap Bagus.

Dengan adanya kegiatan ini, Bagus menegaskan, Kapolda Jambi berharap akan menambah pengetahuan dan masukan dan cita-cita Pemilu 2019 yang damai, aman dan sejuk bisa terwujud.

“Disamping itu, Kapolda juga berharap tidak ada permasalahan yang ganggu kamtibmas selama pemilu berlangsung,” imbuh Bagus.

Salah satu peserta, Edy Syam mengaku bahwasanya kegiatan ini patut mendapatkan apresiasi. “Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan Intel Polda Jambi yang telah bekerjasama dengan Kopipede dalam menyelenggarakan diskusi publik ini.

“Tentunya kita berharap kedepan ini, tetap harus dilaksanakan dalam forum-forum diskusi agar mendapatkan atau wujudkan pemilu yang aman, sejuk dan damai,” tutur utusan capres nomor urut 02 ini.

Dia juga berharap, semoga Pemilu 2019 mendatang terpilih pemimpin yang bersih, jujur dan amanah, termasuk di Provinsi Jambi.

“Kepada Kopipede, kegiatan kedepannya untuk mengajak semua elemen masyarakat dan bisa memberikan pencerahan dan pengetahuan bagaimana berpolitik yang sehat dan santun,” ujar Edy yang juga kader Partai Amanat Nasional ini.

Sedangkan salah satu perwakilan media, Ranto mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Bagi saya, kegiatan ini perlu ditingkatkan lagi agar bisa menambah pengetahuan berpolitik,” katanya.

Sementara pihak Kopipede, Bahren menilai dalam berpolitik agar mewujudkan etika. “Bila ada budaya berpolitik tidak benar, segera diganti dengan budaya baru yang lebih baik lagi,” tandasnya. (azhari)

loading...