Kinerja Pj Bupati Merangin di Pertanyakan Oleh Beberapa Aktivis

JAMBI.KABARDAERAH.COM – Merangin. Terkait dengan viral nya permasalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk wilayah Kota Bangko akhir-akhir ini telah sekian persen dirampas oleh PKL, sedangkan untuk RTH wilayah kota Bangko masih banyak kekurangan.

Dalam hal ini salah satu aktivis yang berada di Kabupaten Merangin Damsir Karim angkat bicara seperti yang di ungkapnya di salah satu Grup WapshA, dirinya membeberkan di mana saja RTH yang telah beralih fungsi menjadi tempat pedagang kaki lima (PKK).

“Mari kito berhitung Gaes, Taman Pemuda (depan-BNI) sudah jadi tempatĀ PKL, Tugu Pedang sudah jadi tempat jualan/mangaleh, Taman depan masjid Pasar Bawah, parkir mobil dan tempat PKL jualan, Taman depan Kantor Pajak lah jadi kios untuk jualan pecal lele, Taman eks kantin PKK lah mulai semak jadi tempat jin buang anak, lanjut taman mano lagi,” ujarnya.

Dengan demikian Damsir Karim dan juga mantan Direktur Media Center Hamas mengatakan jika kinerja Pj Bupati Merangin perlu di pertanyakan keseriusannya dalam membenah Kabupaten Merangin, menurutnya persoalan yang kecil tidak terselesaikan oleh penguasa (Pj-red).

Mungkin itu salah satu kelemahan kalau daerah di pimpin PJ, mungkin kanti-kanti yabg lah senior-senior dak takut, sedangkan jabatan Pj Bupati Merangin per hari ini tinggal 6 bulan lebih sedikit lagi, bisakah semua ini kembali tertib.

“Ini adalah kelemahan dari pimpinan (Pj-red) sudah berapa lama Dia-red bertugas, masalah kecil saja tidak terselesaikan, dan hal ini perlu di pertanyakan apakah memang ada niat keseriusan di hatinya untuk mengurus Merangin ini,” ujar Selasa (27/2/24)

“Saya harapkan dengan kehadiran Pj Bupati Merangin agar dapat menertibkan kondisi Merangin khususnya RTH, agar dapat dintertip kan, hal ini di terkesan semakin samraut,” terangnya lagi.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah satu Aktivis Merangin Agusti Randa, dan juga Humas Organisasi Pedas Kabupaten Merangin, yang terbiasa dengan mengeluarkan statemen yang keras dan menyayat perasaan, namun hal tersebut demi kemajuan Merangin kedepannya.

Masyarakat sekarang butuh solusi bukan sekedar nanya-nanya, dan hilir mudik di tengah pasar.

“Kalau soal sidak budak kecik nian bisa jugo, kalau cuman nanyo-nanyo be, masyarakat kini butuh solusi bukan sekedar hilir mudik dalam pasar be,” ujar Agusti Randa yang kental dengan logat Bangko nya.

Penulis : Helmikey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *