JAMBI.KABARDAERAH.COM – Merangin. System Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat SMA sederajat telah di mulai semenjak tangal 8 Juni yang lalu, walaupun waktu yang di sediakan masih panjang namun di SMAN 1 Merangin pendaftaran calon murid baru sudah melebihi kuota yang di tetapkan pihak sekolah, dari 324 yang akan di akomodir tersebut terdiri dari jalur :
1. Domisili
2. Afirmasi
3. Mutasi
4. Dan prestasi
Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang belajar yang tersedia di SMAN 1 Merangin, untuk saat ini rombel yang ada hanya 9 rombel untuk murid baru.
Bagi Calon siswa yang tidak terakomodir pada saat pengumuman yang telah di jadwalkan pada tangan 29 Juni mendatang, pihak sekolah (SMAN 1 Merangin) tidak bisa berbuat banyak karena SPMB pada tahun ajaran 2026-2027 sistem penerimaan nya melalui Online.
Henang Priyanto, S.Pd., M.Si.selaku
Kepala SMAN 1 Merangin, menjelaskan kepada media ini Kamis (18/6/26) di ruangan kerjanya.
“Bagi yang telah mendaftar kan dirinya di SMAN 1 Merangin, dan pada saat pengumuman nanti tidak terakomodir, itu murni bukan pihak sekolah yang tidak menerima, tapi sistem SPMB online lah yang menentukan,” ujar Henang.
Masih menurut Henang, persoalan ini memang belum teratasi oleh pemerintah provinsi, sedangkan calon siswa setiap tahun bertambah.
“Kalau persoalan ini memang betul sampai saat ini pemerintah masih berupaya mencari solusi bagai mana di sekolah-sekolah dapat menampung semua bagi calon siswa yang telah mendaftar di sekolah yang di inginkan,” lanjutnya.
Di sisi lain, pada tahun ajaran baru 2026-2027 ini SMAN 1 Merangin ada perubahan yang sebelumnya siswa di wajibkan membuat baju seragam yang telah di tentukan oleh pihak sekolah, namun pada tahun ini uang seragam sekolah hanya diwajibkan kepada yang mau membeli saja.
“Pada tahun ini kita tidak mewajibkan siswa baru untuk membayar baju seragam sekolah, siswa bebas membeli dan di perbolehkan menentukan selera masing-masing, namun harus tetap seragam,” terangnya.
jika siswa ingin menyerahkan pembelian baju seragam ke pihak sekolah, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memfasilitasinya.
“Kami dari pihak sekolah tidak akan lepas tangan dalam pembuatan baju seragam sekolah, jika siswa nantinya menyerahkan kepada sekolah, itu akan memudahkan bagi kami untuk berkoordinasi dengan penjual, dan hal itu juga akan menguntungkan bagi siswa, karena kalau di beli sendiri belum tentu sama dengan teman-teman yang lain, dan soal harga juga akan beda dengan beli sendiri, jika di belikan serempak maka akan sangat murah dengan kualitas yang sama dan juga untuk menghindari istilah uniform atau ketidak keseragaman antara si kaya dan miskin,” terangnya.
Penulis : Helmikey












