Nasi Minyak Khas Melayu Selalu di Nanti Oleh Umat Muslim Jambi Sebagai Menu Buka Bersama

JAMBI.KABARDAERAH.COM – Jambi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi menu nasi minyak selalu dinanti jamaah Masjid Raya Magat Sari, Pasar, Kota Jambi untuk berbuka puasa selama bulan Ramadan.

Rasanya yang khas disertai bumbu rahasia, membuat citra rasanya gurih dan tidak berubah, sehingga  digemari pecinta nasi minyak di Kota Jambi.

Bahkan, sudah menjadi tradisi belasan tahun bagi pengurus Masjid Raya Magat Sari untuk membuat menu spesial bagi umat muslim dalam berbuka puasa.

Tidak hanya itu, setiap tahunnya porsinya selalu bertambah dari yang lima kilometer hingga saat ini menjadi 20 kilogram.

Pembuat nasi minyak, Nyimas Fitria Sari mengatakan nasi minyak olahannya berbeda dengan nasi minyak lainnya yang kaya dengan rempah-rempah alami.

“Rasanya gurih, lemak semua rasa yang sedap ada di nasi minyak,” ungkapnya, Jumat (22/3/24).

Diterangkannya, kalau untuk nasinya sendiri¬† ada asam-asam sedikit, karena dia pakai saus. “Jadi ada gurih-gurihnya karena tidak bersantan, khas dengan minyak Samin”.

“Lebih nikmat lagi, nasi minyak ini selalu disajikan dengan gulai kari kambing, acar dan sambal nanas,” tandas Fifit.

Diakuinya, untuk membuat nasi minyak yang khas sesuai selera diperlukan bumbu-bumbu rahasia yang tidak dimiliki pihak lainnya.

“Ada bumbu rahasianya, karena berbeda yang lain buat, khusus nasi minyak ini kita bikin berbeda. Jadi rasanya khas, aromanya khas, karena ada bumbu rahasia di sini,” sebutnya.

Fifit menambahkan, bahwa nasi minyak ini khas Melayu, bisa dari Jambi, Palembang dan Pekanbaru, Riau.

Untuk masak nasi minyak ini, imbuhnya, setiap tahunnya selalu bertambah jumlahnya dari 10 kilogram, 15 kilogram sampai 20 kilogram.

Sedangkan bumbu-bumbu spesifiknya, dia menerangkan, terdapat rebusan nasi minyak, bumbu lengkap komplit.

“Bumbu laut kalau orang Jambi bilang, terus ada saus sambal, susu-susuan, bawang putih, bawang merah, jahe bawang bombay dan potongan nanas serta daun kari,” imbuhnya.

Fifit juga menjelaskan, bahwa semua bumbu tadi ditumis terlebih dahulu dimasukkan satu persatu bumbunya, seperti bawang putih, bawang bombay, jahe dan bumbu rahasianya.

“Setelah sat, barulah masukkan air rebusan nasi minyak, masukin sausnya masukkan susu-susuannya, setelah menggelegak baru kasih garam kemudian cicip rasa dan terakhir masukan berasnya,” ucapnya.

Selanjutnya, usai masak semua barulah didistribusikan ke pengurus Masjid Raya Magat Sari. Berikutnya lagi, sekitar 200 porsi nasi minyak lengkap siap disantap sebagai menu berbuka puasa jamaah masjid.

Khusus menu nasi minyak, pengurus Masjid Raya Magat Sari hanya menyediakan satu minggu sekali selama bulan Ramadan.(Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *