Timbulkan Jiwa Bela Bangsa, Anggota Bataliyon 142/KJ Produksi Replika Persenjataan Militer

 

 

Jambi, KD — Siapa bilang pasukan TNI hanya bisa bertempur di medan perang saja. Itu persepsi yang keliru pada saat ini.

Buktinya, pasukan Bataliyon Infanteri 142/Kesatria Jaya pandai berkreasi dan berinovasi. Mereka bisa membuat aneka senjata api, pisau komando, bahkan granat bisa mereka buat.

Jangan salah sangka dahulu, aneka persenjataan militer tersebut, bukanlah dibuat dalam bentuk sesungguhnya, namun dalam bentuk replika dari kayu.

Siapa yang punya ide, jika bukan Danyonif 142/Kesatria Jaya Letkol Inf Riyandi. Menurutnya, selama ini masyarakat selalu takut dan takut dengan senjata api sesungguhnya.

“Karena itu, kita buat senjata api rakitan dari kayu biar lebih familiar, sehingga tergugah rasa nasionalisme dan patriotismenya. Dengan demikian, mereka akan dengan sendirinya tumbuh rasa cinta tanah air. Dan mereka tidak alergi dengan senjata,” tandas Riyandi di ruangan kerjanya, Rabu (9/8/2017).

Uniknya lagi, replika senjata militer TNI, seperti senjata laras panjang, pisau granat tersebut sudah dibuat sejak empat bulan lalu.

Seperti yang terlihat di ruangan transit Mako Danyonif 142/KJ di kawasan Kasang, Jambi Timur, Kota Jambi, terdapat empat kursi tamu yang kaki mejanya dari replika pisau komando dan dari senjata api laras panjang.

Bahkan, untuk meja kecil diantara dua kursi terdapat meja kaca yang terbuat dari replika granat tangan dengan tinggi sekitar 50 cm.

Selain aksesoris militer senjata tersebut, sambung Danyonif, anggotanya juga membuat kursi, asbak rokok, tempat tisu yang dibuat dari bahan yang tidak membahayakan.

Diakuinya, sejak masyarakat banyak mengetahui hasil karya anggotanya, sudah ada orang yang memesan untuk keperluan rumah tangganya.

“Bagi yang tertarik dan ingin pesan, silahkan pesan di koperasi batalyon. Yang beli banyak orang sipil dan masih warga sekitar,” ungkap Riyandi.

Pesanannya juga masih belum ada dari luar Kota Jambi. “Untuk luar kota masih belum dilayani. Karena dikhawatirkan merubah fungsi, seperti menakut-nakuti orang,” imbuhnya.

Agar tidak disalahgunakan, Dia juga sudah mematenkan hasil kreatifitas anggotanya dalam bentuk perabotan rumah tangga.

Untuk proses pembuatan meja yang kakinya dari pisau komando dan senjata api laras panjang, dibutuhkan waktu selama satu pekan.

Sedangkan pembuatan replika senjata api dari kayu, prosesnya empat hari. Khusus meja dari granat sekitar tiga hari.

“Produksinya tidak di sini, tapi di Kompi C, Sungai Kambang, Telanaipura sana,” tuturnya.

Rencananya, ujar Riyandi, awal Oktober mendatang akan membuat pameran dan bisa dipasarkan secara luas. “Soal harga perunitnya, silahkan tanya ke koperasi.”

Danyonif berharap, kreatifitas anggotanya semakin timbul dan bisa berkarya. “Dan bagi masyarakat bisa timbul jiwa nasionalisme, patriotisme dan bela negaranya,” tandas Riyandi. (azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *